NOMOR TELEPON SELULER BUKAN UNTUK MODA PAKAI-BUANG Oleh Garuda sugardo (Anggota Dewan TIK Nasional).

All major forum events history. Submit your requests, comments and ideas regarding the forum's performance and structure. All Rules and strategies.
User avatar
beginner
Admin
Admin
Posts: 696
Joined: 03 Feb 2016, 06:56
Status: Offline

NOMOR TELEPON SELULER BUKAN UNTUK MODA PAKAI-BUANG Oleh Garuda sugardo (Anggota Dewan TIK Nasional).

Postby beginner » 03 Apr 2018, 16:20

NOMOR TELEPON SELULER BUKAN UNTUK MODA PAKAI-BUANG

Di penghujung Senin malam 2 April 2018, DetikInet memunculkan 26 foto dengan judul: "Penjual SIM Card Demo, Operator Kompak Dukung Kominfo". Membaca berita online ini, sontak kantuk saya lenyap. Saya teramat senang kala membaca bahwa Operator mendukung kebijakan Pemerintah dalam program Registrasi SIM Card Prabayar ini. Suer nih, ye....?!

Kominfo sebenarnya telah "berbaik hati" dengan mengizinkan 1 NIK KTP boleh meregistrasi 3 SIM Card prabayar. Selaku orang Indonesia pertama yang menjadi delegasi internasional GSM MoU 1994 dan penggagas SimPATI prabayar di Indonesia 1997; sejujurnya saya menginginkan ada regulasi lanjutannya.

Nomor telepon seluler (ISDN number) di banyak negara diatur secara ketat, dan kepemilikan nomornya identik dengan hak dan tanggung jawab pribadi. Betapa tidak? Sebagai identitas komunikasi, nomor ponsel kita adalah ibarat call sign seseorang. Ponsel bersifat personal dan kepanjangan dari indera telinga, mata, mulut dan pikiran dari pemakainya. Saking personalnya, dalam dunia seluler, Operatornya pun wajib merahasiakan pemiliknya seperti kerahasiaan pada perbankan, begitu kira-kira.

Nomor ISDN seluler adalah sumber daya telekomunikasi yang diatur dan dibatasi. Sistem numbering dan zoning adalah pengejawantahan dari pelbagai pembatasan atas penggunaan nomor tersebut. Di Indonesia memprihatinkan, ISDN perdana layaknya komoditas murahan, diobral dan pakai-buang belaka. Lha, lebih murah dari biaya top up?

Para Operator sudah saatnya mengucek mata, bangun dari zona nyamannya. Sadarlah bahwa gelas sudah penuh terisi air, benang sulam sudah merajut seluruh bagian kain tenun; jadi jangan paksakan market yang saturasi dengan kartu perdana data aktif pakai-buang. Dengan cara itu, kalian sebenarnya berkompetisi dengan pelangganmu sendiri. Bunuh diri dan konyol sekali.

Operator tidak pelak lagi berkewajiban untuk mengedukasi para penjual kartu prabayar. Jangan jejali pedagang dengan doktrin subsidi atau tutup mata terhadap bakar-bakaran. Nafas seluler Indonesia sekarang, saatnya berubah ke sistem top up pulsa, dan celakanya ini bisa dilakukan secara online. Ini adalah konsekuensi dari revolusi industri 4.0.

Akibat pasar berpaling ke online, mal-mal sudah mulai menutup tirainya satu persatu. Kejayaan "mal kartu perdana seluler" pun kian redup menatap lesu titik jenuhnya. Teledensitas pelanggan seluler Indonesia sudah melampaui populasi penduduk, ini adalah keniscayaan. Lalu bagaimana dengan nasib para pendemo? Mereka juga perlu hidup.

Operator yang selama ini "dihidupi" oleh penjual SIM Card, bertanggung jawab secara moral memikirkan masalah ini. Laba double-triple digit harus dibarengi dengan aksi CSR. Dosa besar menyiksa Dealer dengan target "tanpa paksaan" tetapi dibarengi tekanan. Para ekspatriat di operator yang katanya jago-jago bisnis, sekarang kita uji mereka berpikir tentang kreativitas UKM. Konsultan asing yang dibayar mahal, suruh mereka buat kajian peningkatan revenue yang "halal". Oknum pejabat operator bermental pecundang, harus ditendang.

The show must go on. Kemenkominfo berkomitmen bahwa registrasi justru akan menyehatkan industri. Seluruh operator sudah memberikan dukungan; so mau apa lagi? Bersama aparat siber turunlah ke pasar, geledah etalase dan gudang kartu bakaran di bursa seluler. Bila perlu borgol para sutradara dan pembakar paket data aktif yang merusak pasar. Di lain pihak, bila tidak ingin diatur Pemerintah, maka operator harus proaktif swadiri mereform mekanisme pasar prabayar. Mari bersama membangun industri seluler yang sehat dan bermartabat.

Jangan biarkan kartu perdana seluler menjadi blantika pakai-buang. Halo Negara, ini masalah serius. Bersiapkah hadir?

Salam Indonesia, garuda sugardo (Anggota Dewan TIK Nasional).



Return to “Announcements”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

 

 

cron